Pascatsunami, Hubungan Indonesia-Australia Kian Erat

Hendra Mujiraharja, Okezone · Senin 29 Desember 2014 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 29 18 1085005 pascatsunami-hubungan-indonesia-australia-kian-erat-nb4fA7JQXQ.jpg Perdana Menteri Australia, Tony Abbott. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Pada Jumat 26 Desember 2004, gempa bumi dengan kekuatan 9 skala Richter yang terjadi di lepas Pantai Sumatera Utara menimbulkan gelombang tsunami yang sangat besar.

Tsunami yang menerjang Samudera Hindia itu menyebabkan korban jiwa yang sangat banyak dan kerusakan parah. Lebih dari 200.000 orang meninggal dan lebih dari satu juta warga cedera serta kehilangan tempat tinggal.

Indonesia mengalami kerusakan paling parah. Lebih dari 100.000 orang di Aceh meninggal dan ribuan lainnya mengalami luka-luka.

Simpati dan doa seluruh warga di dunia pun diucapkan untuk rakyat Indonesia dari para negara tetangga pada hari itu, termasuk Australia, saat berita yang sangat buruk tersebut mencapai dunia luar. Australia menjadi salah satu negara tetangga yang peduli terhadap Indonesia.

Perdana Menteri Australia saat itu, John Howard, berkomitmen memberi bantuan sebesar 1 miliar dolar Australia atau sekira Rp10 triliun. Paket bantuan yang menjadi terbesar dalam sejarah tersebut dimaksudkan untuk membantu masyarakat Indonesia yang hancur dan memberi harapan kepada mereka yang selamat.

Peringatan 10 tahun tsunami merupakan saat untuk mengenang mereka yang meninggal dengan tragis. Ini juga merupakan kesempatan untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka yang terlibat dalam pencarian, penyelamatan, dan upaya-upaya pembangunan kembali.

Pascatsunami, mantan PM Howard berujar bencana ini telah mempererat dunia. “Ini merupakan pengingat yang brutalnya kekuatan alam namun juga menginspirasi kapasitas umat manusia untuk meringankan penderitaan sesama pada saat yang diperlukan,” kata PM Tony Abbot, seperti rilis yang didapat Okezone, Senin (29/12/2014).

Pada 10 tahun kemudian, Australia ikut mengenang insiden itu. Saat-saat yang buruk dapat melahirkan hal-hal yang terbaik dalam kehidupan umat manusia. “Ikatan persahabatan dua negara kita tidak pernah sekuat ini,” sambungnya.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini