26 Desember Diusulkan Jadi Hari Kepedulian Internasional

Salman Mardira, Okezone · Jum'at 26 Desember 2014 18:47 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 26 340 1084365 26-desember-diusulkan-jadi-hari-kepedulian-internasional-waZywWKobY.jpg Salah satu kawasan di Banda Aceh, 10 tahun pasca tsunami (Antara)

BANDA ACEH - Masyarakat dunia diajak menjadikan 26 Desember sebagai Hari Kepedulian Internasional (International Care Day). Pasalnya, tanggal tersebut bertepatan dengan tsunami Aceh 10 tahun lalu yang mengundang solidaritas bangsa-bangsa di dunia.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, tsunami telah memberikan proses penyadaran bagi masyarakat tentang lingkungan, pentingnya sikap siaga, dan memahami cara penanggulangan bencana. Sehingga, tanggal tersebut harus dijadikan momentum meningkatkan kepedulian.

“Belajar dari pengalaman itu, kami mengajak seluruh dunia memperkuat solidaritas, dan menjadikan 26 Desember sebagai kampanye International Care Day,” katanya di depan perwakilan sejumlah negara yang membantu Aceh usai tsunami, di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Jumat (26/12/2014).

Zaini mengimbau masyarakat seluruh negara selalu menjaga kekompakan sehingga bisa bekerja sama meringankan beban korban bencana di dunia. Sekaligus, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan.

Di Aceh sendiri, Zaini meminta semua pihak mengibarkan bendera merah putih setengah tiang mulai 26 hingga 28 Desember sebagai bentuk berkabung atas tsunami yang merenggut lebih dari 200 ribu korban jiwa.

Dalam rentang 10 tahun selepas tsunami, Aceh masih didera berbagai bencana, seperti bandang dan longsor di Aceh Tenggara dan Tangse, Pidie, banjir di Aceh Tamiang, dan longsor di Gayo Lues. Pada Juli 2013, gempa besar juga melanda Aceh Tengah dan Bener Meriah.

“Bahkan di tahun ini setidaknya ada tujuh kabupaten mengalami banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Momentum tsunami, kata dia, harus dijadikan refleksi untuk saling peduli dan berpikir bahwa bencana masih mengintai. Pemerintahnya sendiri sudah memasukkan isu kebencanaan dan lingkungan sebagai prioritas rencana kerja jangka menengah.

“Selama bencana itu terjadi rakyat Aceh juga menunjukkan pada dunia bagaimana arti persatuan dan persaudaraan, di dalam membantu satu sama lain,” sebut Zaini.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini