Masyarakat Temukan Makam Diduga Keturunan Raja Selaparang

ant, · Jum'at 16 Januari 2015 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2015 01 15 340 1092778 masyarakat-temukan-makam-diduga-keturunan-raja-selaparang-EZOYkZZif4.jpg Masyarakat Temukan Makam Diduga Keturunan Raja Selaparang (Foto: Okezone)

LOMBOK - Masyarakat Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menemukan sebuah makam kompleks permakaman di Kampung Bahagia, Desa Lendang Nangka, yang diduga tempat dimakamkannya Datuk Lingsir, Putra Mahkota Raja Selaparang.

"Sekarang saya sedang berada di kompleks makam melakukan pembersihan untuk melihat bentuk semula dari makam ini," kata Sekretaris Umum Majelis Adat Sasak Paer Timuk, Kabupaten Lombok Timur, Lalu Malik Hidayat, ketika dihubungi dari Mataram, Kamis (15/1/2014).

Menurut dia, makam-makam tersebut memang sudah lama berada di kompleks pemakaman umum. Namun, khusus makam yang diduga milik putra mahkota Raja Selaparang tidak terawat dan sudah tertutupi tanah, hanya batu nisan yang masih terlihat jelas.

Masyarakat sekitar juga tidak pernah menghiraukan keberadaan makam tersebut karena mereka juga tidak mengetahui secara pasti tentang siapa yang dimakamkan.

Informasi mengenai dugaan makam putra mahkota Raja Selaparang itu diperoleh dari salah seorang warga asal Malang, Jawa Timur, yang sudah berkelana hingga ke petilasan Raja Selaparang, di Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Malik, mengaku warga dari Pulau Jawa itu meminta dirinya untuk membersihkan makam yang tertutupi tanah karena itu merupakan makam putra mahkota Raja Selaparang.

"Atas dasar informasi itu saya dan beberapa warga lainnya membersihkan makam tersebut, kemudian melihat ada deretan batu yang mengelilingi makam dan di tengahnya ada batu nisan yang bentuknya diduga memiliki hubungan dengan zaman Hindu Kerajaan Majapahit," ujarnya.

Menurut Malik, barisan batu nisan yang ditemukan di makam di Kecamatan Masbagik tersebut diduga punden berundak.

Punden berundak atau teras berundak adalah struktur tata ruang bangunan yang berupa teras atau trap berganda yang mengarah pada satu titik dengan tiap teras semakin tinggi posisinya. Struktur ini kerap ditemukan pada situs kepurbakalaan di Nusantara, sehingga dianggap sebagai salah satu ciri kebudayaan asli Tanah Air.

Guna membuktikan kebenaran bahwa temuan itu adalah makam putra mahkota Raja Selaparang, kata dia, perlu ada kajian ilmiah dari lembaga yang berwenang.

"Kalau memang pemerintah melihat temuan ini sebagai sesuatu yang penting dan memiliki nilai cagar budaya, kami persilakan untuk melakukan penelitian dan pemeliharaan, tapi untuk sekarang kami tetap melakukan pemeliharaan secara pribadi dulu," kata Malik yang juga seorang guru di SMPN 2 Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini