Mehta mengatakan beberapa burung itu merupakan hadiah dari para pemimpin asing untuk mantan raja tersebut, dan dipajang di kandang di luar pondok sebagai simbol status berharga. Warga Nepal sering mengonsumsi burung pagar dalam pesta.
Sementara Istana Gyanendra telah berubah menjadi sebuah museum, pemerintah telah mengizinkan dia untuk terus menggunakan pondok itu, meskipun mantan raja tersebut tidak memiliki otoritas atas burung-burung tersebut.
Pemerintah sebelumnya telah menyisihkan 1,7 juta rupee (USD17.000) untuk makanan, pemeliharaan, dan membayar dua pengasuh burung-burung tersebut. Namun, tunjangan itu telah dipotong menjadi 615 ribu rupee (sekira 61,5 juta rupiah) tahun lalu.
"Ini tidak cukup untuk memberi makan mereka dengan layak. Pemerintah harus memberi kami anggaran yang cukup atau membiarkan kami membebaskan burung-burung ini dari kandang mereka ke hutan," ujar Mehta.
(Muhammad Saifullah )