SULTRA – Ratusan anggota TNI dan Brimob terlibat bentrok di Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Akibatnya, sejumlah aparat terluka.
Dandim 1413 Buton, Letkol (inf) Arif Ariyanto menegaskan, kedua institusi saat ini telah berdamai dan sepakat menjaga kondusivitas wilayah.
“Peristiwa kesalahpahaman kemarin seharusnya tidak perlu terjadi,” ujar Letkol (inf) Arif Ariyanto, Senin (5/1/2026).
“Kami bersama Kapolres Buton Selatan sudah mengambil langkah dan mencapai kesapakatan dan kesalahpahaman ini telah kita selesaikan,” tandasnya.
Kronologi bermula saat pertandingan sepak bola antara klub TNI dari Batalyon TP 871 La Maindo dan klub polisi dari Batalyon Brimob Pelopor Batauga Lapangan Lakarada, berakhir ricuh.
Insiden ini diduga kuat dipicu oleh kesalahpahaman antar oknum usai menyaksikan laga final sepak bola piala bupati.
Bentrokan pecah sesaat setelah pertandingan sepak bola usai, di mana kesalahpahaman antar individu di lapangan merembet pada tindakan anarkis.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat kedua kelompok sempat terlibat aksi saling kejar dan saling serang yang membuat situasi di sekitar lokasi pertandingan mencekam. Akibat bentrokan ini, sejumlah fasilitas umum dan kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan.