nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Ketua MA: Hakim Sarpin Jangan Mau Diintervensi

Awaludin, Jurnalis · Minggu 15 Februari 2015 13:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 02 15 337 1106059 eks-ketua-ma-hakim-sarpin-jangan-mau-diintervensi-NJ96G4gsas.jpg hakim Sarpin Rizaldi jangan mau diintervensi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Hakim tunggal yang mengadili perkara gugatan praperadilan Komjen Pol Budi Gunawan (BG), Sarpin Rizaldi harus bebas dari tekanan pihak manapun. Hal itu dikatakan mantan Ketua Mahkamah Agung (MA), Harifin Tumpa.

"Hakim itu harus bebas, tidak boleh ada intervensi," tegas Harifin dalam acara diskusi bertema Hasil Pemantauan Praperadilan Komjen Budi Gunawan di Kantor YLBHI, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2015).

Harifin menambahkan, jika Hakim Sarpin mendapat tekanan maka dia disarankan untuk tidka menggubrisnya. Menurutnya, dalam memutus suatu perkara, dirinya harus berpihak pada kebenaran.

"Kalau menerima tekanan, anggap saja tidak ada tekanan. Tidak perlu dihiraukan, anggap saja tidak ada. Itu makna independensi dari hakim," tegasnya

Perlu diketahui sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah selesai memeriksa perkara gugatan praperadilan Komjen Budi Gunawan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Perkara gugatan ini kemudian akan diputus oleh hakim tunggal, Sarpin Rizaldi pada Senin, 16 Februari 2015 besok.

Masing-masing pihak, baik pemohon yakni Komjen Pol Budi Gunawan maupun termohon KPK optimistis dalil-dalilnya dalam sidang pembuktian yang digelar sejak Senin 9 Februari 2015 lalu, dapat diterima hakim.

Kuasa hukum pemohon, Maqdir Ismail merasa yakin penetapan tersangka terhadap kliennya tidak sah karena termohon tidak menghadirkan bukti Laporan Hasil Analisis (LHA) dari PPATK yang digunakan untuk menyelidiki kasus dugaan gratifikasi mantan Kapolda Bali itu.

Sedangkan kuasa hukum termohon, yang juga Kabiro Hukum KPK, Chatarina Muliana Girsang meyakini, hakim Sarpin bakal menerima dalil-dalil dari pihaknya dan menerima eksepsi termohon dengan menolak gugatan mantan ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri itu.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini