Batu Akik dari Sungai Dareh Tembus Rp1,5 Miliar

Rus Akbar, Okezone · Selasa 24 Februari 2015 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2015 02 24 340 1109786 batu-akik-dari-sungai-dareh-tembus-rp1-5-miliar-jj3xVo0IwK.jpg Edo menunjukkan batu akik jenis kumbang jati dari Sungai Dareh (Foto: Rus Akbar/Okezone)
PADANG - Siapa tak kenal batu akik dari Sungai Dareh di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Batu dari Sungai Dareh selalu diincar para peminat akik di berbagai daerah. Bahkan karena keindahannya, ada batu akik Sungai Dareh yang terjual Rp1,5 miliar.
 
Edo, pengusaha batu akik, warga Jalan Perak, Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, menuturkan, sudah menekuni bisnis batu akik sejak 2005. Ia mengawali dengan menjual batu mentah atau belum diolah.
 
"Saya memang penggemar batu akik lumuik Sungai Dareh. Itu sudah saya tekuni sejak 2005. Awalnya saya hanya menjual batu akik pakai kantong kresek kepada pengusaha batu. Satu kantong kresek harganya Rp300 ribu, beratnya ada sekira 2 kilogram," tuturnya kepada Okezone, Selasa (24/2/2015).
 
Tren penggunaan batu akik Sungai Dareh mulai mencuat pada 2012 saat ia mengikuti kontes di Jakarta. Tak tanggung-tanggung, Edo membawa 6 ton batu mulia asal Sungai Dareh.
 
"Alhamdulillah batu lumuik Sungai Dareh naik. Kami jadi juara I saat itu. Kemudian batu lumuik Sungai Dareh dengan motif badai salju harganya bisa sampai Rp1,5 miliar. Saat ini batu itu masih di Jakarta. Ciri-cirinya kayak giok tapi didominasi warna putih di dalamnya serta memiliki totol hijau. Hal yang membuat mahal karena totolnya itu menyerupai harimau,” jelasnya.
 
Batu tersebut awalnya dibeli dari temannya dengan harga Rp135 juta. Setelah selesai pameran di Taman Mini Indonesia Indah, nilainya menjadi Rp1,5 miliar. "Sekarang batu itu ada di tangan kawan saya di Jakarta," ujarnya.
 
Edo menjelaskan, ada 57 motif batu asal Sungai Dareh. Umumnya berwarna hijau tua. Dari puluhan motif tersebut, ada tiga yang paling dicari di pasaran, yakni motif kumbang jati, badai salju, dan pucuk pisang.
 
Ciri motif kumbang , jelas dia, berwarna hijau kristal dan di dalamnya terdapat totol hijau pekat seperti kumbang jati. Sementara ciri untuk badai salju berbentuk seperti giok, tidak tembus cahaya senter, bermotif putih, dan terdapat totol hijau.
 
"Tapi kalau untuk motif pucuk pisang mirip batu belimbing di Aceh. Tapi kalau dari Sungai Dareh batunya warna kuning dan di dalamnya banyak warna. Itu yang dikatakan super," paparnya.
 
Saat ini ada Edo memiliki batu motif kumbang jati seberat 4 ons dan belum diolah. "Ini batu lumuik Sungai Dareh dengan motif kumbang jati harganya Rp9 juta. Ini batu super, kemarin sudah ada yang tawar Rp7 juta tapi belum mau kami lepas. Memang kumbang jati saat ini lebih mahal. Dua krat saja batu ini harganya sudah Rp2 juta," sebutnya.
 
Selain batu kumbang jati super, dia juga memiliki stok batu lumuik Sungai Dareh seberat 17 ton. Sebanyak 7,5 ton di antaranya sudah dikirim ke Jakarta dan daerah lain, serta ke Kota Padang 9,5 ton.
 
"Stok ready dan masih diolah menjadi kecil-kecil. Kami tidak mengolah menjadi batu siap pakai, tapi mengolah batu setengah pakai dan dikirim ke Medan, Lampung, Jakarta, Surabaya, Kalimantan. Ada juga yang menjual secara online,” ujarnya.
 
Sejak menggeluti usaha batu akik, Edo sudah mengantongi keuntungan Rp500 juta lebih. Sementara untuk mendapat batu akik dari Sungai Dareh, ia membelinya dari warga yang menambang.
 
"Biasanya kalau batunya bagus kami hargai Rp100 ribu, kalau kurang bagus Rp40 ribu. Bergantung kualitas,” pungkasnya. (ton)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini