MOSUL – Perpustakaan penuh sejarah dengan koleksi ribuan buku dan manuskrip di Kota Mosul, Irak, dibakar kelompok militan ISIS.
Perpustakaan Umum Mosul dibangun pada 1921. Perpustakaan ini dianggap sebagai salah satu lanskap kota yang penuh sejarah dan dikunjungi oleh banyak orang. Dalam sejarahnya, perpustakaan ini telah ditutup berulang kali, tapi selalu dapat dibuka lagi atas usaha komunitas setempat.
Pada invasi Amerika Serikat di 2013, perpustakaan ini mengalami kerusakan dan penjarahan. Meski begitu, banyak karya literatur di sana yang berhasil diselamatkan oleh masyarakat sekitar.
Sekarang perpustakaan itu musnah setelah kelompok militan ISIS membumihanguskannya bersama 8.000 manuskrip, surat kabar, dan artefak langka. Selain Perpustakaan Umum Mosul, ISIS juga menghancurkan Gereja Virgin Mary dan membakar perpustakaan lainnya seperti di University of Mosul.
Warga Mosul telah berusaha meminta anggota ISIS tidak melakukan aksi tersebut, namun sia-sia. Di antara koleksi Perpustakaan Umum Mosul terdapat manuskrip-manuskrip dari abad 18, buku Suriah yang pertama kali dicetak di Irak, buku dari Kerajaan Ottoman, surat kabar pada awal abad 20, dan beberapa artifak. Demikian sebagaimana dilansir The Inquistr, Rabu (25/2/2015).
AS dan Irak sedang membicarakan rencana pembebasan Mosul. AS telah mengumumkan rencana pembebasan kota ini pada April atau Mei 2015. Namun, pemimpin militer Irak menyesalkan pengumuman waktu serangan oleh AS tersebut.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.