Warga Pondok Aren, Afandi (32), mengatakan, dirinya merasa tenang karena salah satu pelaku begal tewas diamuk massa.
"Ya harus begitu, enggak apa-apa dibikin babak belur biar kapok yang begal. Jangan macam-macam sama warga Pondok Aren," terangnya kepada Okezone di Jalan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/215).

Ilustrasi
Afandi menambahkan, tindakan anarkis warga merupakan bukti bahwa banyak masyarakat yang resah dengan adanya begal motor di wilayah mereka. Meski hal tersebut disayangkan banyak pihak, dirinya tetap tidak membenarkan aksi main hakim sendiri ini.
"Masyarakat itu resah dengan adanya begal. Jadi mereka melakukan aksi brutal. Sebetulnya kan tidak boleh, kita punya aturan, boleh dihakimi sampai babak belur kalau dia sudah tidak berdaya langsung bawa ke polisi," katanya.
Pria yang bekerja di kawasan Kebayoran Baru dan kerap pulang tengah malam ini mengimbau kepada pihak kepolisian untuk dapat menjaga kawasan rawan kriminal. Bagi pelaku begal harus dihukum seberat-beratnya.
"Ya, saya mohon kepada Pak Polisi untuk dapat melakukan patroli di tengah malam. Pokoknya pelaku begal harus dihukum berat jangan diampuni," simpulnya.
(Arief Setyadi )