Seorang warga setempat, Ronald mengungkapkan, bongkahan batu giok tersebut pertama kali ditemukan saat dirinya menggali tanah untuk mengambil akar kayu sebagai obat herbal.
Tanpa sengaja, linggis yang digunakan untuk menggali mengenai bongkahan batu giok itu.
Menurut warga, untuk mengambil batu tersebut dibutuhkan alat berat lantaran masih tertimbun tanah cukup dalam dan berada di areal perbukitan.
Jarak lokasi temuan batu giok ini juga mencapai belasan kilometer dari Kabupaten Mamasa. Sedangkan jarak dari desa terdekat mencapai tiga kilometer. Belum ada penjagaan aparat di lokasi penemuan giok tersebut sehingga warga cukup leluasa datang ke lokasi, meski sekadar hanya untuk melihat-lihat.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.