RIYADH – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry hari ini melakukan kunjungan ke Arab Saudi untuk bertemu Raja Salman dan negara sekutu AS di Timur Tengah.
Kunjungan Kerry dimaksudkan untuk meyakinkan kemungkinan terjadinya perjanjian program nuklir AS dan Iran tidak akan mengganggu kepentingan mereka.
Pembicaraan antara AS dan Iran tampaknya menunjukkan kemajuan. China, salah satu negara yang terlibat pembicaraan tersebut, menyatakan persetujuan, dan kemungkinan akan dicapai dalam waktu dekat.
“Kami pikir ini adalah tahap terakhir, dan kami berharap dapat mencapai kesepakatan,” kata Direktur Departemen Pengendalian Senjata Kementerian Luar Negeri China, Wang Qun, kepada Reuters, Kamis (5/3/2015).
Kelompok Sunni Arab Saudi dan Syiah di Iran merupakan rival sektarian di wilayah Timur Tengah. Negara-negara Sunni khawatir dengan tercapainya kesepakatan program nuklir tersebut. Iran akan dapat mengembangkan senjata nuklirnya.
Namun, Pemerintah Irak yang bertetangga dengan Iran optimis pembicaraan tersebut akan bermanfaat dan berdampak positif.
“Kami percaya pembicaraan ini akan menghasilkan solusi damai dan menyelesaikan poin-poin kontroversial,” ujar Menteri Luar Negeri Irak, Ibrahim al Jaafari, di Jenewa.
Selain bertemu dengan Raja Salman, Kerry juga dijadwalkan bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Mohammed bin Nayef yang juga merupakan Putra Mahkota Kedua Arab Saudi. Dia juga akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman Yusef bin Alawi bin Abdullah.
(Hendra Mujiraharja)