Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lee Kuan Yew Tabur Bunga di Makam Usman-Harun

Ferry Ardiansyah , Jurnalis-Senin, 23 Maret 2015 |15:15 WIB
Lee Kuan Yew Tabur Bunga di Makam Usman-Harun
Lee Kuan Yew Tabur Bunga di Makan Usman-Harun (Foto:Museum Purna Bakti Pertiwi)
A
A
A

SINGAPURA – Walaupun Lee Kuan Yew merupakan sahabat dekat dengan Soeharto, namun ada cerita unik yang tentang persahabatan dua pemipin bangsa tersebut.

Adalah Usman-Harun dua prajurit KKO (kini pasukan Marinir) yang menjadi batu sandungan dua sahabat ini. Nama Usman-Harun merupakan orang yang paling bertanggung jawab atas pemboman di Orchad Road, Singapura pada 1965.

 

Usman-Harun sendiri diperintahkan oleh Bung Karno untuk melakukan pengeboman di Orchad Singapura. Hal ini dilakukan olehnya ketika Indonesia sedang berkonfrontasi dengan Malaysia, dan pada saat itu Singapura masih bagian dari Federasi Malaysia.

Lee Kuan Yew yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri Singapura sangat geram atas aksi pengemboman dua orang prajurit asal Indonesia tersebut. Pengadilan Singapura menjatuhkan hukuman mati kepada Usman-Harun.

Soeharto yang saat itu sudah menjabat sebagai Presiden Indonesia meminta Lee Kuan Yew agar Usman-Harun diberi keringanan. Namun Lee menolaknya dan dua orang prajurit Indonesia tersebut dihukum gantung pada 1968.

Rakyat Indonesia marah atas sikap Singapura ini, ketika Jenazah Usman-Harun tiba di Indonesia masa melakukan demonstrasi besar-besar di depan Kantor Kedutaan Besar Singapura di Jakarta.

Setelah peristiwa tersebut, Lee Kuan Yew melakukan kunjungan kenegaraan. Soeharto pun menerima kunjungannya di Jakarta. Namun, Soeharto punya syarat jika Lee Kuan Yew harus melakukan tabur bunga di atas makam Usman-Harun.

Lee pun menyetujui syarat tersebut, sehingga ketika ia berkunjung ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Ia menabur bunga di atas makan Usman-Harun. Kisah ini tertuang dalam buku Pak Harto the Untold Story.

Bagi masyarakat Singapura hingga saat ini. Nama Usman-Harun merupakan penjahat, dan kasus ini sempat memanas lagi ketika Indonesia menamai kapal perangnya dengan nama Usman-Harun.

 

(Muhammad Saifullah )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement