Hal itu diketahui dari koleganya, I Gede Pasek Suardika usai menjenguk Anas Gedung KPK. Kata dia, Anas menuangkan pemikirannya dengan tulisan tangan dan sebagian diberikan kepada kerabat atau kuasa hukum untuk kemudian disebarluaskan ke publik.
"Ya dia nulis (tadi). Dia kadang menulis artikel, terkadang juga membuat kultweet, macam-macam. Semua ditulis dengan tangan," ujar Pasek di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2015).

Sayangnya, Pasek tidak terlalu mengetahui tulisan atau artikel apa yang saat ini tengah digarap oleh Anas. Namun, pria yang merupakan loyalis Anas ini, mengatakan bahwa menulis telah lama menjadi hobi Anas.
"Jadi (Anas) pernah liat soal wayang, (langsung) nulis soal wayang," ungkap Pasek memberi contoh. Selain menulis, senator asal Bali ini mengungkapkan, bahwa Anas biasa menghabiskan waktunya untuk saling bersenda gurau bersama tahanan lain untuk saling menghibur selama di Hotel Prodeo KPK. Beberapa di antaranya dengan Sutan Bhatoegana dan Fuad Amin Imron.
"Dari ngobrol itu ada cerita-cerita lucu (para tersangka) di rutan, ada Fuad Amin, Sutan Bathoegana juga. Banyak cerita, ada kisah pribadi masing-masing. Gaya Gus Dur gitulah, cukup menghibur, saling ngelucu," bebernya.