Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah di Balik Pusara Raden Saleh

Yudhi Maulana , Jurnalis-Jum'at, 27 Maret 2015 |10:29 WIB
Kisah di Balik Pusara Raden Saleh
Kisah di balik pusara Raden Saleh (Foto: Yudhi Maulana/Okezone)
A
A
A

BOGOR - "Tolong jaga baik-baik." Begitu pesan Mas Adoeng Wiraatmadja, penemu makam maestro pelukis Indonesia, Raden Saleh Syarif Bustaman, kepada presiden pertama RI Soekarno, saat pemugaran makam pada 1953.

Ucapan tersebut juga dipegang baik-baik oleh Isun Sunarya, penerus pemelihara makam Raden Saleh setelah Mas Adoeng selama lebih dari 50 tahun menjaga makam. Sejak 1999, Isun berjuang menjaga makam Raden Saleh yang berada di Gang Raden Saleh RT 03 06 Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Pria yang kini berusia 76 tahun tersebut harus meneruskan perjuangan pamannya, Mas Adoeng, yang telah tak sengaja menemukan makam Raden Saleh di tengah tanah wakaf milik leluhurnya, Raden Panoeripan.

"Di atas tanah wakaf ini merupakan tempat pemakaman keluarga. Dulu hampir ada 30 makam di sini," kata Isun saat ditemui Okezone.

Ia menceritakan, Mas Adoeng yang merupakan generasi keempat dari Raden Panoeripan secara tidak sengaja menemukan makam Raden Saleh pada 1923.

Saat itu pusara Raden Saleh "tercekik" tingginya ilalang serta rumput yang tebal. Mas Adoeng tak tahu di sebelah barat rumahnya terbujur seniman terkenal, Raden Saleh.

Setelah ilalang dibabat habis, barulah tampak makam dengan keadaan yang memprihatinkan dengan batu nisan marmer bertuliskan kalimat berbahasa Belanda.

"Tak cuma makam Raden Saleh, tapi di sebelahnya ada makam istri Raden Saleh, Raden Ayu Danuredjo," tambah Isun.

Dalam kondisi makam yang menyedihkan, Mas Adoeng yang merupakan mantan jaksa ini selama lebih dari 50 tahun menjaga dan merawat makam Raden Saleh tanpa bantuan dari pemerintah.

Hingga pada 16 September 1953, presiden pertama RI Soekarno memerintahkan makam Raden Saleh dipugar dan dipercantik.

"Bung Karno sering berkunjung ke rumah pelukis Belanda Dessentje, tinggalnya tak jauh dari sini. Beliau mendengar kabar bahwa Raden Saleh dimakamkan di Bogor, makanya ia inginkan makan Raden Saleh dipugar. Waktu peresmian pemugaran saya masih SMA dan saya ada disitu," ucap Isun.

(Carolina Christina)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement