nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meraup Rupiah dari Ban Bekas

Azhari Sultan, Jurnalis · Minggu 18 Maret 2018 10:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 18 340 1874378 meraup-rupiah-dari-ban-bekas-XTxP0xvIkG.jpg Industri kreatif memanfaatkan ban bekas milik Ani di Kota Jambi (Azhari/Okezone)

JAMBI - Barang bekas biasanya sering dibuang begitu saja. Namun, di tangan keluarga Ani (49), warga Jalan Gajah Mada, RT 35, Kelurahan Jelutung, Kota Jambi ini, barang bekas bisa diolah bernilai ekonomis.

Misalnya ban mobil bekas yang disulapnya menjadi kerajinan rumah tangga, seperti kursi, meja, tong sampah, pot bunga hingga ayunan anak-anak.

Menurut Ani, ide ini berawal dari saudaranya melihat tumpukan ban bekas yang tidak terpakai dan terbuang-buang percuma hampir disemua bengkel dan tempat lainnya.

Selanjutnya, di rumah yang juga menjadi lokasi usahanya, ban-ban mobil bekas tersebut berusaha diolahnya dengan aneka bentuk.

Industri rumah tangga itu dia bangun dengan penuh ketekunan dan kesabaran. Setelah sempat gagal beberapa kali, akhirnya tangan dingin saudara Ani berhasil mengubah si karet ban menjadi aneka bentuk yang bisa menghasilkan uang.

"Kalau dulu, kami mencari ban-ban bekas ke mana-mana yang ada di bengkel. Tetapi sekarang sudah ada yang mengantarnya," tutur Ani, Minggu (18/3/2018).

Untuk harga beli ban, dia mematok harga Rp25 ribu per ban dengan kondisi yang bagus dan tidak ada kerusakan.

Untuk membuat sebuah kursi dari ban dibutuhkan sekira empat ban bekas. Pertama-tama pinggiran ban dipotong-potong untuk membuat sandaran, tempat duduk, pegangan tangan serta kaki kursi.

Sofa dari ban bekas (Azhari/Okezone)

Dengan menggunakan paku, ban-ban tersebut dijalin rapi hingga menjadi produk yang diinginkan, baik itu meja, kursi, pas bunga, tong sampah dan ayunan anak-anak.

Untuk harga jual, Ani tidak memasarkan dengan harga mahal, namun tetap bervariasi. Untuk satu set meja dengan empat kursi dengan bahan oscar, dijual dengan harga Rp1.400 ribu. Sedangkan, satu set produk yang sama, dengan bahan batik dijual dengan harga Rp1.500 ribu.

Tidak itu saja, kursi meja ukuran kecil juga bisa dibuatnya. Harganya pun cukup murah, yakni satu setnya dijual Rp1.300 ribu.

Usaha itu dirintis sejak 2017. "Kalau produksinya di tempat saudara saya di Marene, Palmerah. Kalau di sini cuman memasarkan saja."

Meski dari bahan bekas, produk dari ban bekas ini diminati pembeli bukan hanya dari Jambi, tapi juga luar kota.

"Rata-rata masih masyarakat Kota Jambi lah yang beli. Yang dari luar kota, baru dari Sabak," imbuh perempuan satu cucu ini.

Permintaan paling tinggi terjadi saat bulan suci Ramadan. "Kalau bulan puasa bisa mencapai 10 set kursi, sedangkan untuk pas bunga dan ayunan anak setiap bulannya bisa terjual hingga tiga sampai empat set," ungkap ibu empat putra ini.

Dia berharap, masyarakat bisa kreatif memanfaatkan barang bekas di lingkungannya agar bisa menguntungkan isi kantong.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini