Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahasiswa Bangkalan Beri Jokowi-JK Rapor Merah

Syaiful Islam , Jurnalis-Kamis, 02 April 2015 |12:44 WIB
Mahasiswa Bangkalan Beri Jokowi-JK Rapor Merah
Ilustrasi (dok. Okezone)
A
A
A

BANGKALAN - Mahasiswa STKIP Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur memberikan rapor merah terhadap pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Pasalnya, selama 172 hari berkuasa, pemerintahan Jokowi-JK telah menimbulkan sejumlah persoalan.

Salah satunya dua instansi penegak hukum yakni KPK versus Polri disinyalir telah di adu domba. Ironisnya, sampai saat ini Jokowi-JK tidak mampu memberikan keputusan yang tegas. Disusul lajur perekonomian menjadi carut marut.

Terakhir, penegak hukum yang tidak profesional. Sebab, masih banyak oknum penegak hukum mempermainkan hukum yang ada. Misal, koruptor kelas kakap seperti Ratu Atut hanya divonis empat tahun penjara.

Sedangkan seorang nenek yang sudah renta di Situbondo, terancam lima tahun penjara karena dituduh mencuri kayu milik Perhutani. Rapor merah sendiri diberikan mahasiswa ketika menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Bangkalan, Kamis (2/4/2015).

"Kami memberikan rapor merah kepada Jokowi-JK karena banyak persoalan yang ditimbulkan sejak memimpin negeri ini," terang salah seorang orator dari STKIP Bangkalan, Mohlis.

Menurut Mohlis, sejumlah persoalan terjadi di tengah tensi politik yang tinggi. Sehingga negara ini semakin rapuh akan mental pemimpin yang berahlakul karimah.

"Kami menuntut kembalikan stabilisasi kondisi perekonomian. Disusul rebut blok Mahakam sekarang juga, sehingga mampu dikelola oleh pribumi dan dimiliki BUMN seutuhnya. Selesaikan konflik antarlembaga hukum selama ini. Terakhir, tuntaskan kasus BLBI dan Century," tandasnya.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement