Kronologis Carok Massal di Madura

Syaiful Islam, Okezone · Kamis 09 April 2015 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 09 340 1131469 kronologis-carok-massal-di-madura-FC1ZcnauIS.jpg Korban carok (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

BANGKALAN - Kasus carok massal yang terjadi di Kampung Kramat, Desa Petapan, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, berawal dari adanya hiburan orkes Melayu di desa setempat, Rabu (8/4/2015) sekira pukul 23.30 WIB.

Kemudian ada salah satu warga setempat bernama Usman naik sepeda motor melintas di kawasan orkes dengan kecepatan tinggi. Lalu ditegur oleh Jasuli, warga Lembenah, Desa Sendeng Dajah, Kecamatan Labang.

Rupanya, Usman tidak terima atas teguran dari Jasuli. Selanjutnya Usman menampar Jasuli saat itu juga. Tak terima dipukul, lalu Jasuli menghubungi teman-temannya. Begitu juga dengan Usman menelefon teman yang lain.

Selanjutnya kedua kelompok tersebut saling berhadapan sekira 100 meter dari lokasi gelaran orkes Melayu. Namun, masih masuk kawasan Kampung Kramat, Desa Petapan. Tak lama berselang, kedua kelompok ini carok massal dengan memakai senjata tajam seperti clurit dan pisau.

Akibatnya, dua orang dari kedua kelompok roboh, sebelum akhirnya meninggal dunia. Korban yang tewas berinisial FU (38), warga Kampung Kramat, Desa Petapan dan DI warga Kampung Lembenah, Desa Sendeng Dejeh, Kecamatan Labang.

"Untuk sementara motif dari kasus carok massal ini karena persoalan ditempeleng. Di mana Usman menempeleng Jasuli, ketika ditegor ‘pelan-pelan mas saat naik motor’,"terang Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Andy Purnomo, Kamis (9/4/2015).

Kendati demikian, polisi terus menyelidiki kasus tersebut untuk mengetahui secara pasti apakah ada motif lain yang melatarinya. "Apakah memang gara-gara kejadian tadi malam, atau ada persoalan lain sebelumnya. Kita masih lakukan pengembangan. Kami juga sudah menyita sejumlah barang bukti seperti celurit dan pisau serta sandal korban," paparnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini