MAKASSAR - Sebanyak 365 polisi wanita (polwan) yang bertugas di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, wilayah tugas Polda Sulselbar, mengenakan hijab dalam tugasnya sehari-hari.
Penggunaan hijab bagi polwan sebagai bagian seragam dinas diresmikan pada hari ini di Aula Dojo Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Batua Makassar. Peresmian disaksikan langsung Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Anton Setiadji dan Wakapolda Brigjen Ike Edwin. Dengan demikian, Polda Sulselbar menjadi yang pertama di Indonesia Timur yang meresmikan penggunaan hijab.
Pada acara peresmian penggunaan seragam hijab bagi polwan ini ditampilkan sesi pemakaiannya di tiga jenis seragam. Ketiga jenis tersebut adalah seragam pakaian dinas upacara (PDU), pakaian dinas harian (PDH), dan pakaian dinas lapangan (PDL).
Wakil Koordinator Polwan Polda Sulsel, AKBP Yusni Asmadi, menjelaskan, total polwan di wilayah Sulsel dan Sulbar itu sebanyak 883 orang. Dari data Januari 2015, baru 365 polwan yang menyatakan diri hendak berhijab dalam seragam tugasnya.
"Mungkin saja akan bertambah jumlah polwan yang berniat kenakan hijab karena itu posisi data Januari. Kita siap terima laporan siapa lagi yang bermaksud kenakan hijab karena ini tidak paksaan, diserahkan kepada masing-masing polwan," jelas jelas AKBP Yusni Asmadi yang juga sudah kenakan hijab.
Ditanya soal hijab itu, kata Yusni, dirinya merasa tidak terganggu atau tidak direpotkan dengan hijab tersebut. Sebab, menurutnya, memang sudah didesain sedemikian rupa sehingga nyaman dikenakan. Ketentuannya adalah tidak menambah atau kenakan aksesori lain seperti bros agar semuanya seragam.
Pendapat yang sama juga diungkap Isra Wirawati (22), staf Pribadi Pimpinan (Sripim) Wakapolda Sulsel Brigjen Ike Edwin. Dia mengatakan, mengenakan jilbab tidak memberatkan, bahkan dirasa lebih simpel.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.