JAKARTA – Menghadapi ajal yang ‘dititipkan’ terhadap para eksekutor, tentu membutuhkan persiapan batin yang luar biasa. Sebab itu, para terpidana mati, biasanya disediakan pendamping menurut kepercayaan masing-masing sebelum mereka diserahkan kepada regu tembak.
Pendeta Anderas Nurmandala berpengalaman mendampingi terpidana mati. “Saya sejak 1994 mendampingi terpidana mati,” ujar Andreas.
Saking banyaknya terpidana mati yang ia dampingi, ingatannya sampai lupa berapa jumlahnya. Meski begitu, ia bersedia menceritakan pengalamannya saat mendampingi Astini pada 2006 silam.
Astini merupakan pembunuh tetangganya, Puji Astuti. Kasus itu hanya gara-gara Astuti tidak membayar utangnya. Saat di penjara sejak 1999, Astini sedih karena jarang dibesuk keluarganya. Sejak saat itu, Andres bersedia mendampinginya.