“Dia juga mengeluh, karena tidak ada yang peduli (mengurus) ketiga anaknya, dua laki-laki dan satu perempuan. Sedangkan ia sudah dipenjara” kisah Andreas.
Ketiga buah hati Astini pun lantas berada dalam tanggungan Andreas. Bahkan, ia mengaku telah menyekolahkan putra-putri Astini hingga tamat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Andreas turut menyesalkan eksekusi yang tetap dilakukan terhadap seseorang yang telah bertaubat. Ia juga masih ingat, ketika salah satu terpidana kasus narkoba yang ia dampingi, bahkan telah membuat obat penangkal bagi para pecandu barang haram tersebut.
“Apa perlu orang sudah taubat dieksekusi (mati)? Yang sakit juga? Ada lho, terpidana kasus narkoba yang berhasil menemukan obat penangkal bagi para pecandu,” bebernya.
Saat ini, Andreas mengabdikan hidupnya untuk melayani para narapidana. Tak hanya itu, bahkan ia juga melakukan pemberdayaan terhadap para pelaku kejahatan tersebut di dalam Lembaga Pemasyarakatan.
(Randy Wirayudha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.