Untuk itu, Nining mengatakan, melalui momentum Hari Buruh Internasional pada 1 Mei atau biasa dikenal dengan istilah May Day, kaum buruh akan teap memperingatinya dengan turun ke jalan untuk mengingatkan pemerintah agar memperhatikan kepastian kerja para buruh.
“Kaum buruh masih turun ke jalan untuk mengingatkan bahwa bagaimana perjuangan rakyat mendapat kepastian kerja, rakyat mendapat upah yang layak, kemudian bagaimana rakyat juga bisa menikmati SDA (Sumber Daya Alam),” tuturnya.
Perempuan asal Bengkulu itu menekankan, agar pemerintah mampu melakukan pengendalian harga di tengah pasar bebas yang memang dianut Indonesia. Menurutnya, dengan tidak terkontrolnya harga-harga bahan pokok itu akan membuat kenaikan upah buruh tak berarti apa-apa.
“Karena setinggi apa pun pendapatan kita naik kemudian tidak ada pengendalian harga tidak berarti apa-apa kan. Kita bisa lihat awal tahun dan akhir tahun ada kenaikan upah, tapi justru tidak mendongkrak naik daya beli buruh,” pungkasnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.