“Betul (gesekan), itu buah dari kepemimpinan yang lemah, kalau punya wibawa yang baik tentunya akan sulit jadinya ada sebuah gesekan ini. Kan ini seperti tidak ada yang memandang presiden,” terang Huda saat berbincang dengan Okezone, Minggu (3/5/2015).
Menurut dia, meskipun Presiden Jokowi telah mengintruksikan agar antar penegak hukum saling bersinergi, terutama antara Polri dengan KPK yang sudah beberapa kali terjadi gesekan, tetap akan ada sebuah proses yang dilalui untuk jalankan intruksi tersebut.
“Pelaksanaan instruksi kan ada proses, setiap instruksi itu harus ada proses, ada stepnya tidak main sulap, jadi jika Pak Jokowi menginstruksikan sesuatu tentu ada prosesnya bagaiamana melaksanakan instruksi itu,” ujarnya.

Bahkan, Chairul menilai bahwa kepemimpinan Presiden Jokowi sama saja dengan Presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menangani konflik antara Polri dengan KPK. Menurutnya, kedua presiden itu sama-sama lemah dalam mengambil sikap.
“Cuma beda cara saja, kalau Pak SBY itu kan orang yang berputar-putar di dalam mengambil keputusan. Kalau Pak Jokowi itu kan lugas, kalau menurut dia itu sesuatu yang benar ya langsung saja. Intinya mereka berdua sama-sama lemahnya, jadi mereka berdua lemah dalam penegakan hukum,” tandasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.