Minggu (10/5/2015), satu persatu korban mulai berjatuhan. Rizal meninggal para Minggu pagi, sedangkan Arif tewas pada Minggu sore.
Adapun, 10 korban miras oplosan lainnya dalam keadaan kritis. Aparat desa dan warga setempat yang mengantar mereka ke rumah dan rumah sakit setempat.
Sementara, kepolisan setempat kesulitan menyelidiki kasus tersebut karena tidak satu pun korban mau melaporkan kasus miras maut dengan alasan malu.
Kapolsek Padalarang Kompol Suherman mengatakan, ke-12 remaja yang melakukan pesta miras awalnya membeli minuman jenis ciu Palembang dan sesampai di rumah salah seorang korban, miras itu dicampur dengan beberapa minuman suplemen.
“Dalam kasus ini proses penyelidikan terkendala lantaran minimnya laporan dari korban dan masyarakat,” ujar Suherman, Senin (11/5/2015).
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))