Menyikapi hal itu, pengamat politik AS Hikam menilai, tudingan Sudirman terhadap SBY merupakan manuver politik. Manuver berupa kritik terhadap pemerintahan masa lalu sudah biasa dilakukan.
“Makanya ini bisa diselesaikan secara politik. Sekarang masalahnya bagaimana Pak Jokowi menghadapi masalah ini. Apalagi sekarang dia sedang menghadapai tekanan politik yang banyak,” ujarnya kepada Okezone, Rabu (20/5/2015).
Selain secara politik, Pemerintahan Jokowi juga bisa menyelesaikan masalah ini dengan membuktikan bahwa pemberantasan mafia migas memang berhenti di meja SBY saat menjabat presiden. Dengan begitu, maka semua akan terbuka.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia akhirnya membubarkan anak usaha Pertamina, Petral karena diduga menjadi sarang mafia migas. Sedangkan SBY mengatakan, selama menjadi presiden, ia tidak pernah diberi rekomendasi bahwa Petral adalah sarang mafia migas yang mesti ditutup. Oleh karena itu ia tidak terima dituding tidak memberantas mafia migas.
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.