BANDUNG - Warga Lokalisasi Saritem menuntut keadilan atas penutupan dan penyegelan tempat usaha yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Pasalnya, akibat penyegelan tersebut, banyak warga yang kehilangan pekerjaan dan tidak tahu harus tinggal di mana.
“Tempat usaha warga ini kan ditutup. Kalau mau tutup, tutup semuanya jangan hanya di sini (Saritem) saja,” ujar Ketua RT 3 RW 9 Saritem Andir, Erwin Junaedi.
Erwin menilai, penyegelan yang dilakukan oleh pihak kepolisian selain tidak adil juga dirasa terlalu mendadak. Sebab, tidak ada pemberitahuan sebelumnya sehingga warga sulit beraktivitas.
“Penyegelan itu kan dilakukan pada pagi hari, banyak warga yang tidak tahu. Bahkan sampai ada warga yang sedang mandi, tidak bisa keluar karena disegel,” imbuhnya.
Pihaknya berharap pihak kepolisian bisa memberikan solusi terhadap lokalisasi yang telah disegel. Salah satunya adalah pekerjaan alternatif lantaran pekerjaan warga yang selama ini berhubungan dengan prostitusi telah dilarang.
Akibat penyegelan tersebut, warga Saritem menuntut keadilan dengan menggeruduk Mapolsekta Andir yang berada di Jalan Saritem, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Senin 25 Mei 2015 malam. (ira)
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.