Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban MERS Korsel Bertambah, Rumah Sakit Diisolasi

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 12 Juni 2015 |14:30 WIB
Korban MERS Korsel Bertambah, Rumah Sakit Diisolasi
Pasangan di Korsel memakai masker untuk mencegah penyebaran virus MERS saling memandang di elevator di Kota Seoul. (Foto: Reuters)
A
A
A

SEOUL – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengisolasi dua rumah sakit yang merawat pasien Middle East Respiratory Syndrome (Sindrom Pernafasan Timur Tengah/MERS) karena penyebaran penyakit gangguan pernapasan tersebut semakin parah.

Sampai saat ini, 126 warga Korsel dilaporkan telah terjangkit MERS setelah empat kasus baru dikonfirmasi, sedangkan jumlah korban tewas akibat epidemi ini bertambah dua orang lagi menjadikan jumlah total korban meninggal 11 orang.

Virus MERS pertama kali dikonfirmasi masuk ke Korsel pada Mei lalu. Seorang pengusaha asal Korsel yang baru kembali dari perjalanan bisnis di Timur Tengah menyebarkan virus mematikan itu saat mengunjungi beberapa fasilitas kesehatan untuk mengobati batuknya yang tidak berhenti sebelum didiagnosa terjangkit MERS.

Sejak saat itu, MERS menyebar dengan cepat, terutama melalui fasilitas-fasilitas kesehatan yang merawat pasien yang telah terjangkit virus tersebut. Dua rumah sakit yang mengobati pasien MERS telah diisolasi oleh Pemerintah Korsel hari ini.

Kedua rumah sakit tersebut diisolasi dengan pasien dan staf yang ada di dalamnya. Isolasi ini diperkirakan akan berlangsung hingga 11 hari ke depan.

“Tidak ada pasien yang boleh keluar dari kamar mereka. Perawat dengan pakaian pelindung memberikan mereka makanan. Tidak ada yang boleh masuk dari luar,” kata seorang pejabat Kota Seoul yang tidak disebutkan namanya seperti dilansir Reuters, Jumat (12/6/2015).

Menyebarnya MERS di Korsel telah menimbulkan kekhawatiran bagi negara-negara lain, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara. Pemerintah Hong Kong telah menyatakan status red travel alert bagi warganya yang akan mengunjungi Korsel. Sedangkan Singapura telah bersiap untuk menghadapi kemungkinan penyebaran MERS dari Negeri Ginseng tersebut.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Kesehatan (Kemkes) telah mengeluarkan travel advice bagi warga negara yang akan pergi ke Korsel. Kemlu mengatakan akan melihat perkembangan lebih lanjut dan rekomendasi Kemkes sebelum mengeluarkan tindakan lebih lanjut.

(Hendra Mujiraharja)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement