Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

WHO: Terkait MERS, Travel Ban Tidak Diperlukan

Jihad Dwidyasa , Jurnalis-Jum'at, 12 Juni 2015 |15:20 WIB
WHO: Terkait MERS, <i>Travel Ban</i> Tidak Diperlukan
Warga Korsel pakai masker antisipasi virus MERS (Foto: Reuters)
A
A
A

MANILA – Badan PBB yang mengurusi tentang kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), menyatakan pihaknya tidak merekomendasikan negara-negara untuk memberlakukan larangan perjalanan terkait kasus penderita MERS yang banyak ditemukan di Korea Selatan (Korsel).

Pihak WHO juga menentang penjagaan ketat yang dilakukan bandara-bandara yang berada di beberapa negara, sebagai bentuk upaya untuk mencegah penyebaran virus MERS yang kini telah menewaskan 11 orang di Korsel.

Menurut Juru Bicara WHO di Kota Manila, Alison Clements Hunt, kasus penderita MERS dapat dibatasi melalui fasilitas kesehatan yang disediakan.

“Kecuali, Anda telah melakukan kontak langsung dengan penderita MERS, tidak mungkin Anda akan terjangkit virus MERS,” ungkap Hunt, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (12/6/2015).

“Itulah mengapa beberapa orang yang awalnya diduga terjangkit MERS akhirnya melewati fasilitas kesehatan. Karena, beberapa orang itu memang tidak terjangkit MERS, kecuali melakukan kontak langsung,” lanjutnya.

Hunt menambahkan, pihak WHO sama sekali tidak merekomendasikan kepada negara-negara yang dekat dengan Korsel untuk memberlakukan larangan perjalanan (travel ban), dan penjagaan yang sangat ketat di bandara-bandara.

“Apa yang direkomendasikan adalah pemerintah negara-negara setempat seharusnya memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi setiap orang yang baru saja kembali dari negara-negara yang kasus penyebaran MERS-nya banyak ditemukan,” tegas Hunt.

“Kemudian, pemerintah harus segera memutuskan dan mengidentifikasi bahwa orang tersebut telah melakukan kontak langsung dengan penderita MERS atau tidak,” sambungnya.

(Pamela Sarnia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement