STOCKHOLM - Pada tahun ini, tercatat ada sembilan negara yang terus mengembangkan senjata nuklir mematikan. Dari sembilan negara, nama Iran tidak masuk di dalamnya.
Laporan terbaru tentang sembilan negara pengembang senjata nuklir itu dirilis Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) yang diterbitkan Selasa (16/6/2015). SIPRI menyoroti “perlombaan” pengembangan senjata nuklir di saat gencarnya pelucutan senjata mematikan itu.
Menurut laporan SIPRI, sembilan negara yang dimaksud itu adalah Amerika Serikat (AS), Rusia, Inggris, Prancis, CHina, India, Pakistan, Israel dan Korea Utara (Korut). Laporan itu menyebut, total ada hampir 15.850 senjata nuklir, di mana 4.300 bisa dikerahkan dengan kekuatan operasional dan 1.800 lainnya disimpan dalam keadaan siaga operasional tinggi.
Sementara jumlah hulu ledak nuklir telah diuji coba dalam beberapa tahun terakhir. AS dan Rusia, lanjut laporan itu telah mewakili sebagian besar pengurangan senjata nukir. Namun, negara-negara lainnya justru terus mengembangkan senjata nuklir.