NAYPYIDAW – Setelah lama menghilang, pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, akhirnya angkat suara mengenai nasib yang dialami oleh bangsanya. Namun, dia menolak membicarakan imigran Rohingya.
“Pemerintah Myanmar harus menghormati etnis minoritas, isu mengenai minoritas merupakan sensitive,” ujar Suu Kyi, seperti dilansir Arab News, Kamis (18/6/2015).
Suu Kyi mengakui saat ini Pemerintah Myamnar sedang melakukan revisi mengenai status kewarganegaraan mengenai etnis minoritas. Sayangnya, ia tidak langsung berbicara mengenai isu Rohingya.
“Myanmar memiliki banyak kelompok etnis dan agama, jika ada satu pihak yang berkonflik maka akan berpengaruh dengan kelompok yang lain,” tegas Suu Kyi.
Pernyataan Suu Kyi sangat disayangkan oleh beberapa pihak, pasalnya apa yang dikemukakan olehnya sangat bersifat umum dan tidak langsung mengenai permasalahan khusus seperti isu Rohingya.
Padahal isu mengenai Rohingya kini tengah menjadi sorotan internasional, Suu Kyi banyak mendapatkan kecaman dari tidak bereaksi terhadap kasus diskriminasi yang dialami oleh Rohingya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.