Di seluruh dunia, kata Basarah, partai pemerintah selalu menjadi objek kritik dari segala amcam protes dan lainnya. Karena itu, reshuffle kabinet yang dijadwalkan oleh pemerintahan Jokowi-JK hendaknya juga dipertimbangkan untuk memberikan ruang partisipasi yang efektif dan signifikan pada PDIP.
"Dulu kita kan pernah berdebat bahwa menteri dari partai dituduh kurang profesional, atau tidak profesonal. Tapi, nyatanya dalam tujuh bulan pemerintahan ini, ketidak profesionalan itu terjadi pada kalangan menteri non partai," ujarnya.
Sehingga, menurutnya saat ini tidak relevan lagi untuk mendebatkan seorang menteri itu harus profesional atau tidak. "Yang paling penting bagaimana Jokowi bisa merekrut menteri-menteri yang efektif, ini realitas politik di indonesia," tandasnya. (ang)
(Muhammad Saifullah )