Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Penipuan Berkedok Mualaf Buntut Kemiskinan

Syamsul Anwar Khoemaeni , Jurnalis-Rabu, 24 Juni 2015 |17:56 WIB
  Kasus Penipuan Berkedok Mualaf Buntut Kemiskinan
foto: illustrasi Okezoone
A
A
A

JAKARTA - Aksi penipuan yang dilakukan AS di beberapa masjid, mengundang keprihatinan dari Kepala Bagian Pembinaan Muallaf dan Layanan Konsultasi, Masjid Agung Sunda Kelapa, Anwar Sujana.

Menurut Anwar, hal itu terjadi karena ekonomi yang sudah terpuruk, membuat sebagian orang melakukan segala cara untuk mendapatkan rupiah.

"Adanya kasus ini semakin memperlihatkan ekonomi kian terpuruk, demi uang, agama dijadikan tameng," beber Anwar kepada Okezone, Selasa (24/6/2015).

Anwar menambahkan, mestinya pemerintah mengoreksi kinerjanya dibanding memberikan janji-janji yang hingga kini urung dipenuhi. Ia menyebut saat ini terjadi pemiskinan yang sistematis terhadap masyarakat. Hal itulah, lanjut dia yang membuat individu menjadi nekat.

"Dalam situasi ekonomi seperti ini, orang terdesak kebutuhan. Kita tidak bisa membatasi, kasus penipuan berkedok agama bukan di muallaf saja, intinya mereka cari-cari duit," imbuhnya.

Selanjutnya, ia mendesak pemerintah mulai memikirkan rakyatnya. Terlebih ketika bulan puasa sekarang, kata Anwar, harga kebutuhan bahan pokok semakin mahal.

"Rupiah turun, minyak naik, semua naik, ada sampai bawa agama demi rupiah, ini memprihatinkan," pungkasnya. (awl)

(Susi Fatimah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement