Ia memastikan bahwa ketiganya serius masuk Islam dan tidak mempermainkan agama. Apalagi saat ini tengah beredar kasus mualaf palsu.
"Asalnya agama Nasrani, mereka tertarik kehidupan beragama Islam kebetulan tinggal dekat lingkungan Islam, dekat masjid sehingga tersentuh," jelasnya.
Setelah ini mereka memperoleh sertifikat resmi yang menyatakan sudah menjadi mualaf. Iin meminta agar agama tidak dipermainkan apalagi hanya dijadikan sebagai modus tertentu.
"Sudah kita proses, kalau sudah masuk Islam enggak boleh mainkan agama, kami juga cek asal usulnya, filter identitasnya agar tidak terjadi kasus mualaf palsu," tuturnya.
Ketiganya saat ini tengah dicarikan pembimbing untuk menjalankan agama Islam. Prosesi masuk Islam tersebut disaksikan dari pihak MUI serta pihak teman keluarga yang menjadi mualaf.
(Susi Fatimah)