JAKARTA - Persaingan memperebutkan kursi Wali Kota Bandar Lampung mulai memanas. Menjelang Pemilukada Kota Bandar Lampung, sejumlah tokoh dan incumbent mulai menunjukkan diri untuk ikut berpartisipasi pada Pilkada Desember 2015 mendatang.
Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Votes and Election Studies (Invest), Munatsir Mustaman mengatakan, survei opini publik yang dilakukan lembaganya terjaring empat tokoh Kota Bandar Lampung yang diprediksi punya kans kuat untuk maju dalam Pilkada Lampung mendatang.
Kempat tokoh tersebut, yaitu Wali Kota Bandar Lampung incumbent Herman HN, bakal calon Wali Kota Bandar Lampung yang diusung PDI Perjuangan, Maruly Hendra Utama, anggota DPRD Provinsi Lampung dari Partai Demokrat Hartarto Lojaya dan Koordinator Komite Antikorupsi Lampung Muhammad Yunus yang maju dari jalur independen.
“Berdasarkan popularitasnya masyarakat mengenal dan tahu nama Herman HN 78,2 persen, Hartarto Lojaya 72,3 persen, Maruly Hendra Utama 59,2 persen, dan Muhammad Yunus 34,3 persen. Popularitas yang tinggi dari Herman HN dikarenakan menjabat sebagai Wali Kota Bandar Lampung dan pernah mencalonkan diri sebagai cagub Lampung," terangnya, Snin (13/7/2015).
Sedangkan Hartarto Lojaya kata dia popularitasnya cukup signifikan lantaran terpilih untuk kedua kalinya sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung. Adapun Maruli lebih dikenal karena mantan aktivis, begitu juga Muhamad Yunus sebagi pegiat antikorupsi.
Tak hanya itu, hasil temuan Invest terkait akseptabilitas keempat calon, maka Herman HN memliki tingkat akseptabilitas oleh warga Bandar Lampung sebesar 29,3 persen, Hartarto Lojaya 26,2 persen, Maruly Hendra Utama 13,2 persen dan Muhamad Yunus 7,2 persen.
“Berdasarkan jawaban spontan responden atas pertanyaan siapa yang akan dipilih jika pemilihan Wali Kota dilakukan hari ini maka Herman HN akan dipilih responden sebanyak 30,1 persen, Hartarto Lojaya 31,2 persen, Maruly Hendra Utama 14,2 persen dan Muhamad Yunus 5,3 persen dan belum memilih 19,2 persen,” tegasnya.
Kendati demikian, Munatsir mengingatkan, meski sebagian besar responden menyebut sudah mantap dengan pilihan calonnya dalam survei ini. Namun, jumlah yang belum mantap dengan pilihannya masih cukup besar.
Dalam survei ini jumlah responden diambil dari jumlah populasi daftar pemilih tetap pada pemilu 2014 sebesar 634.041 pemilih adalah 1.722 sampel dengan mengunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 98 persen dan margin error ± 2,8 persen. Survei ini dilakukan oleh pada tanggal 27 Juni hingga 6 Juli 2015.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.