Sebutan Monte sendiri adalah mainan anak anak jaman dahulu. Bentuknya kalung serupa tasbih atau rosario dengan bulat manik-manik yang diikat benang. Dusun Rambut Monte sendiri secara topografis, berlokasi di cerukan lereng bukit yang membelah wilayah Kabupaten Blitar dan Kecamatan Pujon Kota Batu.
Dataran tinggi yang kaya akan belukar pepohonan yang membuat suasana terasa sejuk, berkabut dan redup. “Setiap hari cuaca di sini, ya seperti ini (berkabut), “ tambah Kusno.
Aroma dupa ratus yang menyengat membuat suasana terasa magis. Sederet undak anak tangga berbahan semen, menjadi akses utama jalan setapak menuju telaga. Jumlahnya lebih dari 50 anak tangga dengan gaya terasiring melingkar serupa uliran.
Sisi kanan-kirinya tumbuh merambat semak rumput liar. Sepasang kelopak bunga di tengah gerombolan daun putri malu terlihat sedang mekar-mekarnya. Warnanya putih keungu-unguan.
Sekawanan anjing kampung riuh berseliweran. Satu-dua mengonggong menyambut kedatangan wisatawan. Suasana kampung di tengah hutan yang mengingatkan pada wisata Danau Bedugul dan Kintamani di Pulau Bali.
Hewan setia itu milik warga setempat. Kusno juga memiliki seekor anjing betina yang ia sematkan nama ‘Betty’. Selain sebagai penjaga, bagi sebagian warga Dusun Rambut Monte, anjing menjadi teman untuk mengusir babi hutan. “Anjing di sini rata rata jinak dan tidak menganggu, “ lanjutnya.
Sebuah bangunan beton berdiri gagah pada salah satu sisi telaga. Tingginya lebih dari sepuluh meter dengan bagian menjorok ke tengah telaga. Para wisatawan selalu menyempatkan diri ke sana.