Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Burger Afrika Ini Dibuat dari 500 Ribu Lalat

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 23 Juli 2015 |05:30 WIB
Burger Afrika Ini Dibuat dari 500 Ribu Lalat
Burger lalat Afrika lebih bergizi tujuh kali lipat dibandingkan burger sapi. (Foto: Oddity Central)
A
A
A

SETIAP musim hujan, daerah di tepi Danau Victoria, Afrika kedatangan milyaran lalat-lalat kecil yang terbang dalam kelompok besar. Bagi penduduk di sana serangga ini adalah bahan makanan dan sumber protein yang baik bagi tubuh.

Lalat-lalat ini berkumpul dalam kelompok-kelompok yang mengeluarkan suara mendengung di permukaan-permukaan danau terbesar di Afrika itu. Dengan jumlahnya yang begitu banyak, menangkap mereka bukanlah pekerjaan yang sulit.

Para penduduk hanya perlu mengisi kendi atau wadah mereka dengan campuran lengket dan mengayunkannya ke kerumunan lalat. Setelah tertangkap, lalat-lalat tersebut kemudian dibentuk menjadi kue pipih (patty) dan dimasak.

Laporan dari Oddity Central, Kamis (23/7/2015) menyebutkan, setiap patty berisikan sedikitnya 500 ribu ekor lalat. Meskipun terlihat dan terdengar menjijikkan, ternyata burger lalat ini tujuh kali lebih bergizi dibandingkan burger yang dibuat dari daging sapi. Bagi warga di sekitar danau, makanan ini merupakan berkah, karena jarangnya mereka mengonsumsi protein di wilayah yang sering dilanda kelaparan.

Salah seorang pengguna media sosial Reddit yang pernah mencicipi burger unik ini, mengatakan bahwa makanan ini tidak memiliki rasa. Setiap desa di sekitar danau dikabarkan memiliki resep burger lalat mereka sendiri-sendiri, tapi bagaimanapun burger tersebut dimasak pada akhirnya rasa yang muncul selalu sama.

(Hendra Mujiraharja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement