"Satu tangki itu isinya 3.000 liter, tapi tulisannya di tangki lima ribu. Kalau diisi penuh, tidak kuat mengantarnya ketika melewati jalan yang menanjak," tutur Samidjan.
Selain mengandalkan air hasil membeli, masih ada beberapa warga yang memilih mencari sumber mata air di sekitar sungai. Namun, lokasinya cukup jauh, lebih dari 1 kilometer. "Ngangsu juga sudah dilakukan oleh warga. Sumur-sumur warga memang sudah surut," katanya.
Di Kecamatan Prambanan, wilayah yang mengalami musibah kekeringan di antaranya Dusun Klumprit I dan II, serta Desa Wukirharjo. Selain itu juga di Gedang Atas, Mlakan, Dawangsari, serta Umbulsari. (Sindonews)
(Abu Sahma Pane)