Karya yang ditulis di media kertas telah menghiasi keilmuan Islam yang bernilai sangat tinggi di sentero Asia. Semua ulama tersebut telah menghabiskan umurnya dalam tradisi tulis menulis dengan ribuan judul kitab kuno (manuskrip) di Aceh.
"Keilmuan Islam dalam kitab-kitab tersebut di semua aspek sesuai dengan kebutuhan para pencari ilmu yang berbondong-bondong migrasi ke Aceh pada zaman tersebut," ujar kolektor naskah kuno dan manuskrip Aceh ini.
Menurutnya, negara-negara Islam pada masa itu memandang Aceh sebagai pusat pengembangan keilmuan yang berperadaban tinggi dan sangat aspiratif dalam mengelola berbagai kepentingan hajat hidup bangsanya.
"Nilai-nilai budaya dan sejarah serta peninggalan tradisi yang ditinggalkan oleh leluhur kita yang masih dapat dilihat, membaca, dan meneliti sampai kepada zaman ini yang saya himpun dari berbagai daerah di Aceh yang saat ini tersimpan di koleksi saya berupa Naskah Kuno," sebut Tarmizi.
"Ini adalah salah satu item yang maha penting sebagai referensi tradisi keilmuan Islam yang bisa ditransformasi kepada anak cucu baik sekarang maupun yang akan datang," tuturnya.