Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Enam Parpol Usung Pasangan 'Diponegoro' di Pilkada Solo

Bramantyo , Jurnalis-Selasa, 28 Juli 2015 |20:53 WIB
Enam Parpol Usung Pasangan 'Diponegoro' di Pilkada Solo
foto: Ilustrasi Sindonews
A
A
A

SOLO - Koalisi Solo Bersama (KSB), yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Demokrat, PKS, partai Gerindra, PPP, dan PAN, mengusung pasangan Anung Indro Susanto-Muhammad Fajri sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Solo untuk bersaing melawan pasangan petahana, FX Hadi Rudyatmo-Ahmad Purnomo yang diusung PDI Pejuangan.

Seperti halnya pasangan Rudy-Purnomo, pasangan inipun menggelar arak-arakan menuju kantor KPU yang terletak di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

Bila pasangan Rudy-Purnomo menggunakan sepeda onthel saat mendaftar ke KPU, pasangan Anung-Fajri memilih menggunakan kuda dan deretan dokar untuk menuju ke Kantor KPU. Kedua pasangan yang memilih menggunakan pakaian ala Pangeran Diponogoro dan para punokawan terlebih dahulu melakukan deklarasi di Monumen Nasional Surakarta atau lebih dikenal dengan Tugu Lilin Solo.

Iring-iringan sembilan ekor kuda serta 10 Delman yang membawa pasangan yang diusung koalisi enam parpol, dari sekretariat DPD PKS yang terletak di Kerten menuju Tugu Lilin sempat mengganggu arus lalu-lintas.

Sekretaris Koalisi Solo Bersama, Supriyanto, mengatakan, dipilihanya Monumen Kebangkitan Nasional atau Tugu Lilin ini sebagai lokasi deklarasi kedua pasangan ini, merupakan simbol kebangkitan kebangsaan bangsa Indonesia.

"Pangeran Diponegoro itu tidak sekadar seorang pahlawan besar. Namun, Pangeran Diponogoro ini pun merupakan sosok seorang pemimpin besar yang mampu membangkitkan semangat dan kebangkitan nasional. Tak hanya itu saja, sosok tokoh besar lainnya didalam dunia pewayangan Punokawan dan Semar inipun kami pilih. Karena sosok Semar dan Punokawan memberikan petuah wejangan kepada masyarakat hal-hal yang baik jadi tujuan bersama, tradisi Jawa menjunjung tinggi dan menghargai nilai-nilai kepahlawan," ujar Supriyanto saat ditemui Okezone di Sekretariat DPD PKS, Solo, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2015).

Jumlah massa yang mengiringi kedua pasangan ini mendaftar ke KPU, sambungnya, sebanyak 110 orang di lokasi keberangkaran, 400 massa di lokasi deklarasi, dan 200 orang massa yang mengiringi keduannya mendaftar ke KPU.

Terkait strategi untuk menghadapi pasangan incumbent yang diusung PDI Perjungan, Supriyanto mengatakan bila pihaknya telah membentuk tim kemenangan dengan pembagian tugas antara Parpol dan non parpol dalam hal ini para relawan.

Di mana tim pemenangan parpol lebih menfokuskan diri memertahankan perolehan 110 ribu suara dalam Pemilihan Legislatif lalu. Sedangkan pengembangan tim pemenangan para relawan untuk lebih dioptimalkan agar mampu memperoleh suara 180 ribu sampai 200 ribu suara.

Untuk menghindari perpecahan di dalam koalisi yang begiyu besar, Supriyanto menegaskan bila enam parpol yang tergabung dalam Koalisi Solo Bersama (KSB) ini telah sepakat tidak ada yang paling mendominasi namun lebih mengedepankan keutuhan tim.

"Dari awal enam parpol koalisi ini sudah punya tujuan yang sama. Jadi jangan ada yang paling mendominasi. Namun, lebih mengedepankan kesolidan,"ungkapnya.

Meski didukung enam partai, tetapi rekomendasi dua partai lainnya, yakni Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan hingga saat ini belum bisa diperoleh lantaran konflik internal. Dan status Anung sendiri hingga saat ini masih menjabat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Bapermas-PPPAKB), Kota Solo. (ang)

(Fiddy Anggriawan )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement