Ia menjelaskan, pusaka-pusaka tersebut dibuat oleh Sri Sultan HB I. Masing-masing patung dibuat menggunakan emas murni seberat 1 kilogram. Kala itu, patung diletakkan di samping kanan dan kiri singgasana sultan.
Banyak dalang di sebelah kanan, sementara sawung dan galling diletakkan di sebelah kiri. "Pada masa Sultan Hamengku Buwono VIII dibuat replika dari bahan baku kuningan. Sementara aslinya hanya dikeluarkan saat acara tertentu di keraton," ungkapnya.
Ia berharap, dengan dipamerkannya tiruan pusaka keraton bisa menjadi jembatan ilmu pengetahuan kepada generasi muda, khususnya mengenai sejarah. "Jangan sampai tradisi dilupakan oleh generasi muda saat ini," tutupnya. (fal)
(Syukri Rahmatullah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.