RAKHINE – Hujan deras yang melanda Myanmar beberapa hari terakhir menimbulkan banjir besar yang menyebabkan sedikitnya 27 orang tewas. Cuaca masih berlangsung di beberapa provinsi, termasuk Chin, Rakhine, dan Magwe.
Banjir yang terjadi menyebabkan warga Myanmar berbondong-bondong menuju lokasi pengungsian di wilayahnya. Namun, sebuah laporan menyebutkan warga minoritas muslim Rohingya justru diusir dari sekolah dan pusat komunitas di Rakhine.
Perlakuan ini mereka terima pada Jumat, 31 Agustus 2015. Saat itu, pasukan keamanan Myanmar menyerbu tempat warga Rohingya mengungsi dan mengusir mereka. Banyak di antara mereka yang dianiaya dalam proses pengusiran itu.
Menurut laporan yang dilansir The Burma Times, Selasa (4/8/2015), pasukan keamanan Myanmar mengatakan bahwa tempat yang mereka gunakan untuk mengungsi adalah lokasi yang akan digunakan oleh orang-orang yang merupakan warga negara Myanmar, merujuk pada populasi warga Budha di Rakhine.
Akan tetapi setelah minoritas Rohingya terusir, bangunan-bangunan tersebut dibiarkan kosong. Penduduk Rohingya akhirnya mencari perlindungan dari banjir ke perbukitan, yang berbahaya di musim muson, dan tidak cocok untuk ditinggali manusia. Mereka juga terpaksa tidur di bawah guyuran hujan lebat yang terus turun.
Perlakuan ini sangat jauh berbeda dengan sikap para tentara Myanmar kepada warga Rakhine lainnya. Mereka membantu warga menghindari banjir dan mencapai wilayah-wilayah aman.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.