GERBANG kemerdekaan Indonesia seolah sudah di depan mata, ketika Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dibentuk, sebagai pengganti Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 7 Agustus 1945.
Tak lama kemudian pada 9 Agustus 1945, Soekarno beserta dokter pribadinya, KRT Radjiman Wedyodiningrat dan Mohammad Hatta, “diundang” ke markas Panglima Angkatan Perang Jepang di Asia Tenggara, Marsekal Terauchi Hisaichi di Vietnam Selatan.
Dalam beberapa sumber, dikatakan undangan itu untuk melantik ketiganya sebagai pembesar PPKI, sekaligus menagih janji kemerdekaan dari negeri sakura tersebut. Tapi di sejumlah sumber lainnya, disebutkan undangan itu masih misterius untuk Soekarno Cs.
Mereka berangkat lewat jalur udara menuju Vietnam Selatan yang kala itu, sedianya masih jadi teritorial Perang Pasifik yang berbahaya. Pasalnya, salah-salah bisa jadi korban pesawat pemburu Amerika Serikat (AS) yang pada medio 1945, sudah digdaya di angkasa Asia, menyusul merosotnya kekuatan Jepang.