Pengalaman menginap di Istana Saigon sempat mereka rasakan terlebih dulu, sebelum pada 11 Agustus berangkat lagi ke Da Lat, sekitar 300 kilometer dari Saigon. Kendati begitu, belum juga bisa mereka temui Marsekal Terauchi.
Barulah 12 Agustus, pertemuan yang dinanti terjadi juga, di mana singkat cerita, Terauchi menjanjikan kemerdekaan yang sangat diharapan Soekarno Cs. Dalam pertemuan itu, Terauchi menyatakan Jepang ingin melihat Indonesia sudah merdeka pada 24 Agustus.
“Apakah sudah boleh bekerja sekitar 25 Agustus 1945?,” tanya Soekarno setelah dijanjikan soal tanggal 24 Agustus.
Jawaban positif pun diberikan Terauchi. Tanpa berlama-lama, mereka kembali ke Indonesia dengan situasi perjalanan yang tak kurang berbahaya. Apalagi, pesawat untuk mereka pulang lebih memprihatinkan, lantaran hanya diantar pesawat pembom kuno berukuran kecil, tanpa adanya tempat duduk di kabin pesawat.
Terdapat sekilas cerita unik dalam perjalanan pulang, di mana Mohammad Hatta harus terima wajah dan tubuhnya terkena percikan air seni Soekarno!