JAKARTA - Dalam pemeriksaan tersangka pembunuh Sekretaris Direktur Utama XL, Hayrianti alias Rian, Andy Wahyudi (38) selalu berubah-ubah keterangannya. Oleh karenanya, Polda Metro Jaya akan memeriksa Andy dengan mengunakan alat pendeteksi kebohongan atau lie detector.
Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Erlangga Masdiana mengatakan, Andy yang memberikan keterangan berubah-ubah kepada penyidik, dikarenankan ia enggan dipenjara seumur hidup.
Pasalnya, pria yang berprofesi sebagai sales alkes ini takut jika motif menghilangkan nyawa tersebut masuk ke dalam ketegori pembunuhan berencana.
"Dia akan bikin alibi yang baru agar bisa menghindari jeratan hukum, karena dia takut akan dihukum seumur hidup jadi dia terus berupaya agar medapat hukuman ringan," ujar Erlangga kepada Okezone di Jakarta, Senin (10/8/2015).
Polisi juga dilihatnya sangat sulit mengembangkan kasus tersebut. Sebab, tidak ada saksi lain dalam kematian sekretaris direktur cantik itu.
"Ini kan masalahnya sekarang hubungan tersangka pada korban sangat personal, jadi susah mencari bukti-bukti," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.