Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menhan: Narkoba Lebih Mengancam Negara Ketimbang Perang

Reni Lestari , Jurnalis-Rabu, 19 Agustus 2015 |19:22 WIB
Menhan: Narkoba Lebih Mengancam Negara Ketimbang Perang
Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu (Foto: SINDO)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengatakan, Indonesia harus siap menghadapi ancaman nyata yang dapat menggerus pertahanan negara.

Namun, Ryamizard tidak memasukkan isu perang sebagai salah satu ancaman buat RI. Termasuk jika ada persengketaan dengan negara-negara tetangga se-kawasan ASEAN (Asia Tenggara).

"Kita sepakat, negara ASEAN kalau ada masalah diselesaikan secara damai. Sudah 48 tahun itu terjaga dan bisa dilaksanakan," katanya dalam acara 'Silaturahmi Menteri Pertahanan RI dengan Media Massa' di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (18/08/2015)

"Hubungan dengan Malaysia baik. Diplomasi pertahanan kita harus baik. Dengan demikian, ancaman perang belum ada," lanjut putra pejuang Mayjen (Anm) Musannif Ryacudu tersebut.

Ia menegaskan, justru ancaman nyata bangsa ini adalah ancaman bencana alam, teroris, pencurian ikan, wabah penyakit dan tak ketinggalan, narkoba.

"Tiap hari 50 orang (pengguna narkoba). Satu tahun sudah 15 ribu. Harus kita pahami dan sama-sama mencegah. Kalau tidak, pertahanan kita akan goyah. Ancaman nyata ini harus kita pikirkan," tambah Menhan.

Dalam kesempatan itu, Menhan juga menyampaikan prioritas program kementerian pertahanan ke depan. Di antaranya, penanaman bela negara, peningkatan pengadaan perangkat militer, dan pembangunan di daerah perbatasan.

"Kita tidak melakukan wajib militer, tetapi ada undang-undang yang mengatur setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban membela negara," pungkasnya.

(Randy Wirayudha)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement