SURABAYA - Dewan Kesenian Blambangan (DKB) sempat menggelar diskusi membahas nama Tuhan yang muncul dalam identitas warga RT 001 RW 002, Dusun Krajan, Desa Klincing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Ketua DKB Samsudin Adlawi mengatakan, diskusi yang digelar terkait penulisan dan pengujaran dalam bahasa Osing.
Sebagaimana diketahui, Osing merupakan suku khas yang ada di Kabupaten Banyuwangi dan masih ada hingga saat ini. Jika melihat alamat yang tertera dalam kartu identitas, tempat tinggal Tuhan itu merupakan basis Osing.
"Sebenarnya kebetulan saja. Saat ini DKB sedang menyelesaikan kamus bahasa Osing yang disusun oleh Hasan Ali. Tujuan kamus ini adalah meluruskan apa yang jadi pengujaran dan penulisan sama," kata Samsudin kepada Okezone, Rabu (26/8/2015).
Ia menjelaskan, saat ini memang ada perbedaan penulisan dan pengujaran dalam bahasa Osing itu sendiri. Ia menyontohkan, kata Osing sendiri berdasarkan Kamus bahasa itu juga perlu diluruskan. Sebenarnya, kata 'Osing' menggunakan awalah huruf 'U' bukan 'O' seperti yang terjadi saat ini.
"Memang ada perbedaan dalam penulisan dan pengujaran. Oleh karena itu, kami dari DKB sedang membahas soal ini. Nah, secara kebetulan ada yang muncul nama Tuhan itu yang juga warga Banyuwangi," kata Samsudin.
Dari diskusi kecil-kecilan yang digelar itu, akan menelusuri asal usul Tuhan ini ke tempat tinggalnya. Siapa tahu orang tuanya memberikan nama lain hingga tercatat nama Tuhan yang kemudian menjadi heboh.
"Kemungkinan besar ada gejala bahas. Saat ini DKB sedang melakukan penelusuran. Sedangkan, terkait efek lain dari nama Tuhan kita serahkan ke yang berwenang dalam hal ini Pemerintah," pungkasnya. (raw)
(Rizka Diputra)