TANGERANG - Dirjen Bea Cukai menambah lima ekor anjing yang diimpor dari Australia untuk mendeteksi narkotika, yang akan diselundupkan melalui paket kiriman.
Menurut Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Heru Pambudi, kelima ekor anjing ini merupakan tambahan dari 80 ekor yang telah dimiliki sebelumnya.
"Anjing tersebut memiliki kemampuan untuk mendeteksi narkotika yang disimpan di dalam tas, maupun paket kiriman lainnya meski disembunyikan sangat rapat," ujar Heru kepada wartawan di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (27/8/2015).
Nantinya, sambung dia, anjing tersebut akan ditempatkan di setiap bandara dalam membantu petugas untuk mengungkap penyelundupan narkotika. Salah satunya Bandara Soekarno-Hatta, yang menjadi perhatian dan fokus utama dalam pencegahan penyelundupan narkotika. Karena, banyak kasus penyelundupan yang telah diungkap.
"Kita harapkan, dengan adanya tambahan pendeteksi ini bisa mencegah masuknya narkotika ke Indonesia," simpulnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Dwijo Muryono mengatakan, penyelundupan narkotika melalui jalur udara masih tergolong tinggi karena menghubungkan dengan berbagai negara.
“Kami melakukan pengetatan pengawasan melalui petugas di lapangan dan akan terus memeriksa seluruh barang bawaan penumpang,” jelas Dwijo.
Menurutnya, Indonesia masih menjadi pasar potensial perdagangan narkoba karena harganya yang tinggi. "Di Iran, harga sabu hanya Rp500 ribu per gram, di Indonesia bisa Rp1,5 juta. Karena banyak pelaku yang melakukan berbagai cara untuk bisa menyelundupkannya ke sini,” tutupnya. (awl)
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.