Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gubernur Soerjo, Ujung Tombak Diplomasi Jelang Neraka Surabaya

Randy Wirayudha , Jurnalis-Kamis, 10 September 2015 |07:47 WIB
Gubernur Soerjo, Ujung Tombak Diplomasi Jelang Neraka Surabaya
Monumen/patung Gubernur Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo di Tugu Pahlawan Surabaya (Foto: Randy Wirayudha)
A
A
A

LAHIR di Magetan pada 9 Juli 1895 di tengah keluarga yang lumayan berkecukupan, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo tumbuh dengan kecukupan pendidikan pula, berkat ayahnya, Raden Mas Wiryosumarto yang bekerja sebagai Ajun Jaksa di Magetan, Jawa Timur. Tapi malangnya, Soerjo justru mengakhiri hidupnya dengan tragis pada 10 September 1948.

Sejak kecil, sosok yang selalu dikenal dengan sebutan Gubernur Soerjo itu berkesempatan mengenyam pendidikan Tweede Inlandsche School di Magetan, Hollandsch Inlandsche School (HIS), serta Opleidings School Voor Inlandsche Ambteraar (OSVIA).

Watak berani dan jiwa pemimpin juga tumbuh, seiring Soerjo yang merantay ke Madiun bersama pamannya, Raden Ronggo Kusnodiningrat. Selepas lulus dari OSVIA pada 1918, Soerjo menjajaki dunia kerja sebagai Gediplomeerd Asisstandlansche Bestuur Ambtenaar di Ngawi. Soerjo juga sempat jadi Wedana di Ngawi setahun setelahnya.

Pendidikan polisi juga sempat didapatnya di Veld Politie School di Sukabumi, Jawa Barat. Soerjo juga menyambung keturunannya berssama Raden Ajoe Siti Moettopeni yang melahirkan buah hatinya, Raden Adjeng Siti Soeprapti.

Singkat cerita, pada 1938, Soerjo sudah memegang jabatan Bupati Magetan hingga Belanda menyerah pada Jepang. Sempat terjadi insiden adu gertak antara seorang perwira Dai Nippon dengan Soerjo kala Jepang masuk ke Magetan.

Beruntung, insiden itu tak menyebabkan Soerjo kehilangan nyawa. Malah beberapa hari setelahnya, Soerjo diangkat sebagai Syuchokan atau Residen Bojonegoro. Pasca-proklamasi 17 Agustus 1945, Soerjo mendapat kehormatan menjadi Gubernur pertama Jawa Timur.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement