Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gubernur Soerjo, Ujung Tombak Diplomasi Jelang Neraka Surabaya

Randy Wirayudha , Jurnalis-Kamis, 10 September 2015 |07:47 WIB
Gubernur Soerjo, Ujung Tombak Diplomasi Jelang Neraka Surabaya
Monumen/patung Gubernur Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo di Tugu Pahlawan Surabaya (Foto: Randy Wirayudha)
A
A
A

Mari kita sekarang memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga kita sekalian mendapat kekuatan lahir-bathin serta Rakhat dan Taufik dalam perjoangan. Selamat berjoang!,”

Ilustrasi Pertempuran 10 November 1945

Pertempuran besar pun tak terelakkan. Tanggal 10 pagi Kota Surabaya dihantam dari udara, laut dan darat. Perlawanan sengit dilancarkan. Pihak Inggris pun sempat kewalahan dan menyebut Surabaya sebagai “Inferno”, atau kota neraka.

Pun begitu, Gubernur Soerjo serta elemen militer republik lainnya mesti menyingkir ke luar Kota Surabaya setelah pertempuran yang berlarut-larut. Gubernur Soerjo kemudian mendirikan pemerintahan darurat di Mojokerto.

Gubernur Soerjo sendiri digantikan pada 1947 lantaran diangkat pemerintahan pusat sebagai wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan setahun kemudian, 10 September 1948, Soerjo ditemukan tak bernyawa di sebuah hutan di Ngawi yang belakangan diketahui, Soerjo jadi korban PKI Madiun.

Soerjo kemudian dikebumikan di Makam Sasono Mulyo, Magetan. Selain dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 1964, sosok Gubernur Soerjo diabadikan menjadi nama jalan di Kota Surabaya, nama perguruan tinggi; Universitas Suryo di Ngawi, serta tiga monumen di Surabaya, Magetan dan Ngawi.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

Halaman:
Lihat Semua
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement