CIREBON – Petugas Kepolisian Resort Kuningan berhasil mengamankan puluhan pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 8 September. Sebagian pelajar yang diamankan petugas berasal dari sejumlah sekolah SMK dan SMP di Kota Cirebon dan Kabuupaten Cirebon. Mereka diduga akan melakukan penyerangan ke sebuah SMK di Kabupaten Kuningan.
Indikasi penyerangan ini terlihat saat sebagian dari mereka kabur ketika didekati petugas kepolisian. Mereka ketakutan saat polisi datang menghampirinya.
Informasi yang berhasil dihimpun KC menyebutkan, pelajar dari Kota dan kabupaten Cirebon berangkat pukul 10.00 WIB menggunakan motor dan mobil truk, kemudian mereka berkumpul di Lembah Ciremai, Kramatmulya, Kuningan. Sejumlah warga pun mencurigai rombongan pelajar tersebut, karena takut terjadi sesuatu. Warga lantas inisiatif melaporkan ke polres untuk segera ditindak lanjuti.
Puluhan pelajar tersebut kemudian diamankan petugas, namun sebagian dari mereka melarikan diri atau kabur. Mereka ketakutan saat polisi datang.
Komandan Regu Patroli Sabhara Polres Kuningan, Brigadir Dua Singgih mengatakan, awalnya ketika petugas sedang melakukan kegiatan patroli Sabhara di wilayah Jalaksana untuk antisipasi kriminalitas pencurian atau C3, namun tiba–tiba mendapat laporan melalui radio komunikasi bahwa akan ada penyerangan dari pelajar dari berbagai sekolah di Cirebon ke SMK Pertiwi di Kuningan.
“Berdasarkan laporan tersebut kami langsung meluncur ke SMK Pertiwi, setibanya kami di lokasi belum terlihat anak–anak sekolah dari Cirebon. Kemudian petugas kembali menyisir Cirendang sampai Kramatmulya, di situlah kami menemukan sejumlah pelajar sekira 50 orang dari Cirebon yang katanya mau main ke SMK Pertiwi. Setelah dilakukan pemeriksaan kami tidak menemukan senjata tajam,” ujar Bripda Singgih.
Sementara itu, Kepala Biro Operasional Sabhara Polres Kuningan, Inspektur Dua Junaedi didampingi Kepala Unit Patroli Sabhara, Ajun Inspektur Utama Edeng Sujana membenarkan petugas berhasil mengamankan 22 pelajar dari Cirebon yang berdasarkan pengakuan salah seorang pelajar ingin silaturahmi dengan SMK Pertiwi Kuningan.
“Saat kami menghampiri mereka untuk mencari tahu tujuannya, ada sejumlah pelajar melarikan diri atau kabur. Dari situlah kami mencurigai bahwa mereka yang main ke Kuningan ada indikasi mau melakukan penyerangan ke SMK Pertiwi Kuningan,” ujar Edeng Sujana.
Usai dilakukan pengecekan, lanjut Edeng, tidak ada surat pemberitahuan, baik melalui SMS maun telepon mengeni tujuan silaturahmi tersebut. Karena mereka tidak dapat menunjukkan salah satu bukti fisik, petugas langsung mengamankan sedikitnya 22 orang pelajar. Mereka bisa pulang setelah dilakukan penjemputan pihak orangtua maupun sekolah.
“Kami menyayangkan alasan mereka karena tidak ada bukti fisik berupa surat pemberitahuan silaturahmi yang ditandatangani pihak sekolah, dan itu dilakukan di luar jam pelajaran. Apalagi yang namanya silaturahmi antar-sekolah kan harus ada izin dari sekolahnya,” papar Edeng.
Ia melanjutkan, mereka berkunjung ke Kuningan pada saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung, yakni pukul 09.30 WIB. “Aturannya juga tidak boleh dari Disdik, kalaupun mau silaturahmi bentuk kegiatannya harus jelas, tetapi mereka tidak memberikan alasan jelas dan sebagian pelajar melarikan diri saat ditemui petugas di lokasi,” kata Edeng.
Sementara itu, Kepala SMK Pertiwi Kuningan, Dea Ariana Vamitrianto saat dihubungi Kabar Cirebon menuturkan, sejumlah pelajar dari Cirebon tidak melakukan penyerangan ke Pertiwi, tetapi rombongan hanya ingin main ke Kuningan.
“Karena takut meresahkan, ada warga yang melakukan antisipasi dengan melapor ke polres. Kalau masalah silaturahmi, kami selaku pihak sekolah tidak menerima surat pemberitahuan, baik melalui OSIS maupun sekolah,” tambah Dea.
(Retno Wulandari)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.