Kepolisian dalam pernyataannya menambahkan bahwa tiga pengunjuk rasa ditangkap dan kunjungan terus berlanjut seperti direncanakan ke tempat paling suci ketiga dalam Islam dan dihormati orang Yahudi sebagai Bukit Bait Suci.
Bukan warga Muslim diperbolehkan mengunjungi Masjidil Aqsa itu, tapi orang Yahudi tidak boleh berdoa atau menampilkan lambang negaranya karena takut memicu ketegangan dengan jamaah umat Islam.
Warga Muslim khawatir Israel akan berusaha mengubah aturan yang berlaku di Masjidil Aqsa dengan kelompok Yahudi sayap kanan yang mendorong untuk mendapatkan akses lebih banyak dan bahkan upaya oleh beberapa organisasi untuk mendirikan sebuah kuil baru.
Israel merebut Yerusalem Timur, daerah di mana Masjidil Aqsa berada, dalam Perang Enam Hari pada 1967 dan kemudian mengambil alih wilayah itu dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat dunia.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.